Indef Sebut Ada 2 Kendala Transformasi Digital UMKM

9 days ago | Sobat Buku
article-sobat-pajak

Indonesia - Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Agus Herta Sumarto menyampaikan, terdapat 2 (dua) permasalahan yang dialami UMKM di pelosok dalam proses transformasi digital

Pertama, akses terhadap jaringan internet yang berkualitas belum sepenuhnya merata. Meski sudah banyak kemajuan dengan dibangunnya tower-tower pemancar, namun hal itu masih belum cukup

Akses jaringan yang terbatas ini menyebabkan digitalisasi UMKM terjadi di wilayah perkotaan saja yang notabene adalah sentra perdagangan bukannya sentra industri kecil. Sehingga, bisa dipahami bahwa UMKM yang berkembang merupakan UMKM bidang perdagangan yang mayoritas menjual produk-produk impor.

Kedua, terkait kemampuan SDM UMKM dalam menggunakan teknologi digital tersebut. Tidak sedikit pelaku UMKM yang masih merasa kesulitas untuk menggunakan teknologi e-commerce dan e-wallet.

Agus menambahkan, bahwa Kemenkop-UKM bisa menggenjot kemampuan SDM UMKM untuk menggunakan teknologi digital dengan bekerja sama dan berkolaborasi dengan kementerian lain. Dalam hal ini, Kemenkop bisa bekerja sama dengan Kemendikbud untuk mendorong pendidikan vokasi khusus untuk meningkatkan kemampuan UMKM dalam menggunakan teknologi digital.

Sementara itu, dari sisi infrastruktur, sarana internet bisa bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan jasa penyedia layanan internet untuk memperluas jaringan. Dalam hal ini, jaringan 5G harus merata sampai wilayah pelosok maupun pedesaan di wiliayah pinggiran.

Perlu diketahui, pemerintah menargetkan 30 juta UMKM go digital pada tahun 2024. Menurut Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, melalui digitalisasi UMKM, maka Indonesia diharapkan bisa bersaing serta memperluas cakupan pasar nasional hingga internasional.

Article is not found
Article is not found